Kamis, 15 Desember 2016

Lokasi Rumah Langganan Banjir, Ini Solusinya

Banjir kini menjadi langganan banyak daerah hunian, tak terkecuali  Jakarta dan sekitarnya.Tetapi lain halnya dengan kawasan Cibubur yang bebas banjir. Hujan deras sebentar saja genangan air sudah di mana-mana. Kawasan padat pun menjadi langganan banjir.

Apesnya, air banjir sering masuk sampai ke dalam rumah. Ketika hujan berhenti, penghuni rumahpun sibuk membersihkan sisa air berikut lumpur dan sampahnya. Jika siklus banjir per lima tahun, atau 10 tahun, barangkali bisa dimaklumi. Tapi, bila setiap hujan turun rumah kebanjiran, tentu saja sangat menjengkelkan.

Solusi terbaik adalah pindah rumah, memilih kawasan aman bebas banjir. Tapi, tak semudah itu. Harga rumah di Jakarta selangit. Rumah berada di kawasan banjir pun sulit dijual, dan harganya turun. Di sisi lain, barangkali Anda terlanjur betah dengan lingkungan sekitar sehingga malas pindah rumah. Dilema, bukan!

Anda ogah pindah rumah, tapi tidak mau juga kena banjir. Kalau ini pilihannya, yang bisa dilakukan adalah menyiasati dan meminimalisir air yang masuk ke rumah Anda. Bagaimana caranya? Berikut ini kiatnya:

Menaikkan ruang tamu
Sebagai pelanggan banjir pasti penghuni rumah sudah mengetahui berapa ketinggian air yang masuk ke dalam rumah. Ruangan mana saja yang sering disinggahi banjir. Jika air masih rendah, di bawah 50 sentimeter, langkah efektif yang bisa dilakukan adalah menambah permukaan rumah agar lebih tinggi. Naikkan permukaan rumah di atas 50 cm.
Kalau dana terbatas, cukup ruangan yang terkena banjir saja yang dinaikkan. Alternatif lain, permukaan yang dinaikkan hanya ruangan yang mempunyai akses ke luar. Karena, ruangan itu menjadi jalan masuknya air ke dalam rumah. Misalnya, permukaan ruang tamu, dan ruangan dari garasi (biasanya dapur) dinaikan 50 cm.

Meninggikan permukaan teras
Sebelum menaikkan permukaan ruang tamu, permukaan teras juga perlu dinaikkan beberapa sentimeter. Dari teras rumah menuju ke ruang tamu ditinggikan dengan menambah beberapa anak tangga. Jumlah anak tangga tergantung ketinggian banjir yang sering dialami masing-masing penghuni rumah. Kalau kurang dari 50 cm, tiga atau empat anak tangga sudah memadai.

Perhatikan dapur dan anak tangga
Kedua akses keluar ini bisa menghalangi air masuk ke dalam rumah. Kini banjir berada di bawah batas permukaan. Jadi yang dinaikkan hanya ruangan yang memungkinkan air masuk dari luar saja.

Bagaimana dengan ruangan lain? Ruangan lain tidak perlu diganggu gugat. Karena, permukaan ruang tamu dan dapur yang sudah ditinggikan dapat menghalangi masuknya air ke ruangan lain, seperti ruang tengah (ruang keluarga) dan kamar tidur. Tentu, jangan sampai ada pintu atau lubang, yang dapat menjadi jalan masuknya air ke ruangan-ruangan tersebut.

Mezzanine
Untuk banjir yang ketinggian airnya lebih dari satu meter, penangannya berbeda. Perlu strategi lain. Alternatifnya adalah rumah model mezzanine. Bagian lantai dasar rumah hanya untuk ruang yang simple, tidak membutuhkan banyak barang, seperti garasi, gudang, kamar pembantu, dan carpot.
Lantai berikutnya merupakan rumah yang sebenarnya, terdiri dari ruang tamu, ruang tidur, ruang makan, ruang keluarga, dan dapur. Tangga menuju lantai dua bisa dibuat dari luar rumah. Di atas carpot, di luar taman, perlu ditanami rumput yang berfungsi pula sebagai resapan air.

Perabotan minimalis
Tata ruang tamu di lantai dasar dengan perabotan seminimal mungkin. Jangan memaksakan ingin menaruh furniture yang berat karena akan merepotkan ketika banjir datang. Jika memungkinkan, ruang tamu dibuat model lesehan. Alas duduk dari beton yang di atasnya diberi bantal-bantal untuk alas duduk. Bisa juga diberi jok-jok kecil ala lesehan Jepang. Maka, ketika banjir datang mudah saja, tinggal tarik karpet, mengangkat meja tamu, dan bantal-bantal, ke lantai atas. Praktis, kan?
Jika ruang makan berada di lantai dasar penataannya dikemas seminimal mungkin pula. Model lesehan seperti di restoran cukup menarik. Tinggal interiornya dikemas lebih cantik.

Tahan air
Selain penataan rumah, perlu juga memilih material rumah dan perabotan yang tahan air. Pintu-pintu dan kerangkanya jangan sampai gampang keropos atau lapuk saat terkena banjir.

Cara Mudah Tingkatkan Kualitas Udara di Rumah

Survei Yougov menunjukkan bahwa 81 persen dari kita memiliki risiko gangguan pernapasan atau dermatologis karena kualitas udara yang buruk di rumah.

“Sindrom rumah beracun terjadi ketika keluarga terkena campuran polutan udara. Polutan ini timbul dari ventilasi rumah yang buruk dan meningkatkan resiko penyakit pernapasan serta kulit,” kata profesor ahli alergi dan pernapasan di Southampton University, Peter Howarth.

Ini beberapa tips dari Peter untuk mengurangi risiko penyakit tersebut di rumah Anda:

Pelajari beberapa pilihan ventiliasi
Ventilasi membuat sirkulasi udara di rumah Anda lancar . Anda bisa mempertimbangkan untuk memakai sistem ventilasi rumah tangga mekanis, yang menyediakan udara bersih atau ventilasi aktif seperti extractor fan atau exhaust fan. Pada kamar mandi, khususnya, perlu ventilasi aktif untuk menjaganya tetap kering. Karena, tempat ini merupakan tempat yang esensial bagi jamur untuk tumbuh.

Gunakan produk ramah lingkungan
Produk pembersih sehari-hari biasanya mengandung bahan kimia yang dikenal sebagai senyawa organik yang mudah menguap (VOCs). Senyawa ini berbahaya bagi kesehatan pernapasan Anda.

Hindari pemakaian karpet
Karpet dapat menjadi tempat persembunyian bagi debu, kotoran, bakteri, atau bulu hewan peliharaan. Kotoran-kotoran yang menempel ini biasanya sulit dihilangkan dan berpotensi merusak kualitas udara rumah Anda. Selain itu, Anda beserta keluarga juga terancam terkena alergi.

Keringkan pakaian Anda di luar
Anda juga bisa memastikan jendela terbuka bila terpaksa menjemur di dalam rumah. Hal ini dapat mengurangi senyawa organik di ruangan.

Lepaskan sepatu Anda
Jangan kira, sepatu yang tidak meninggalkan jejak di lantai rumah Anda benar-benar bersih dari kotoran. Karena, sepatu dari luar membawa bakteri yang berasal dari tanah. 

Cara Ampuh Halau Atap Bocor


Datangnya musim hujan sering membuat kalang kabut sebagian kalangan pemilik rumah . Soalnya, atap rumah mereka sering kali mengalami kebocoran.

Sayangnya lagi, sebagian kalangan masyarakat masih saja menggunakan cara konvensional seperti menggunakan karpet, adukan semen, maupun seng.

Padahal, cara konvensional seperti itu memiliki banyak kelemahan. Selain itu, nilai estetikanya juga sangat minim.

Karena musim hujan telah tiba, ada baik jika Anda memberikan perhatian ekstra terhadap 'kesehatan' atap rumah.

Sejatinya, ada banyak cara untuk meraibkan kebocoran atap rumah. Salah satu cara yang paling jitu adalah dengan menggunakan lapisan anti bocor.

Tindakan lain yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan atap rumah yang bocor adalah dengan mencari dan menemukan langsung sumber kebocoran. Hal ini tentunya harus dilakukan dengan seksama.

Yang jelas, untuk memperbaiki atap rumah yang bocor, sebaiknya bertanya kepada orang yang memang piawai mengatasinya.

Tak kalah penting, sekali lagi, adalah soal penggunaan lapisan anti bocor yang dinyatakan oleh sejumlah produsennya bisa mengatasi kendala pada atap rumah.

Lalu, bicara soal lapisan anti bocor, jenis apa yang sebaiknya harus dipergunakan? Hal ini sangat penting, soalnya tiap jenis kebocoran memerlukan solusi dan penanganan yang berbeda.

Nah, bila Anda bingung dalam memilih jenis lapisan anti bocor yang sesuai dengan keperluan, sebaiknya tanyakan kembali kepada pihak konsultan yang memang mengerti soal masalah kebocoran tersebut.

Panduan Berinvestasi di Sektor Properti

Masyarakat kini tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan per bulan untuk perencanaan masa depan. Banyak orang yang memilih investasi, baik dalam bentuk properti , emas ataupun reksadana.

Bagi Anda yang ingin mencoba investasi di bidang Properti , patut menyimak lima panduan bagi investor real estate . Berikut rinciannya:

1. Pelajari hukum lokal dan kesulitan yang ada

Sebelum berinvestasi di pasar real estate negara berkembang, investor sebaiknya mengumpulkan informasi yang akurat tentang hukum dan kesulitan yang berlaku di negara tersebut.

Pasalnya, investor asing sering mengalami kesulitan dalam membeli properti di beberapa negara berkembang. Di Indonesia misalnya, orang asing tidak diizinkan memiliki properti besertifikat Hak Milik , namun mereka masih bisa menyewa bangunan besertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk mendirikan perwakilan perusahaan asing misalnya, dan apartemen non-subsidi sebagai tempat tinggal.

Kemudian pastikan Anda memeriksa informasi resmi pemerintah dan menghubungi pengacara lokal, serta secara rutin membaca berita agar terupdate dengan perkembangan terbaru.

2. Rencanakan secara jangka panjang

Beri waktu untuk Anda mengamati pasar tersebut dan amati dengan cermat tampilan jangka panjangnya sebelum berinvestasi. Dengan wilayah yang cenderung berubah-ubah, sangat penting bagi Anda untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Namun coba lah melihat tampilan jangka panjang pasar tersebut.

Investasi properti selalu merupakan keputusan jangka panjang yang seluruh informasinya Anda ketahui terlebih dahulu sebelumnya, namun hal ini semakin penting dilakukan bagi pasar berkembang yang tinggi tingkat perubahannya. Cara terbaik menyiapkannya adalah untuk menggunakan sumber independen terpercaya yang menyediakan informasi lokal dan nasional.

3. Cari partner lokal

Menemukan pengacara, penerjemah, ataupun broker real estate lokal yang cocok dan bisa menjadi kontak Anda di wilayah tersebut sangatlah diperlukan untuk bernavigasi di pasar lokal. Pilih orang yang memang ahli di bidangnya dan memiliki pengetahuan lokal yang Anda perlukan untuk sukses di pasar tersebut. Ini akan menyimpan waktu dan tenaga Anda dalam jangka panjang.

4. Bangunlah portfolio yang beragam

Selalu ada fluktuasi harga yang konstan di pasar properti di seluruh dunia, namun hal ini bahkan lebih sering terjadi di pasar berkembang. Karena itu para investor harus fleksibel dan mampu secara cepat beradaptasi pada perubahan. Berinvestasi di beberapa jenis properti yang berbeda di beberapa wilayah dan negara dapat menyeimbangkan kesempatan Anda di tengah pasar yang bergejolak. Kemampuan beradaptasi adalah kunci sukses Anda dalam jangka panjang.

5. Pahami perbedaan budaya yang ada

Hal ini berlaku bagi siapa saja yang melakukan bisnis di negara yang bukan negara asal mereka. Jika Anda berencana untuk mengunjungi negara yang Anda tuju untuk investasi, lakukanlah riset terlebih dahulu dalam praktek budaya dan kebiasaan sebelum kedatangan Anda.

Sesuatu yang kecil seperti bagaimana Anda mengenalkan diri Anda dalam pertemuan bisnis bisa sangat beragam dari suatu negara ke negara lain. Di Myanmar misalnya, etiket bisnis diambil dari kebiasaan agama Budha, tradisi seperti melepas sepatu sebelum memasuki rumah orang masih sering dilakukan. Mengetahui perbedaan-perbedaan seperti ini sejak awal dapat menghindari Anda dari masalah miskomunikasi ke depannya.

Panduan Berinvestasi di Sektor Properti

Masyarakat kini tidak bisa hanya mengandalkan pendapatan per bulan untuk perencanaan masa depan. Banyak orang yang memilih investasi, baik dalam bentuk properti , emas ataupun reksadana.

Bagi Anda yang ingin mencoba investasi di bidang Properti , patut menyimak lima panduan bagi investor real estate . Berikut rinciannya:

1. Pelajari hukum lokal dan kesulitan yang ada

Sebelum berinvestasi di pasar real estate negara berkembang, investor sebaiknya mengumpulkan informasi yang akurat tentang hukum dan kesulitan yang berlaku di negara tersebut.

Pasalnya, investor asing sering mengalami kesulitan dalam membeli properti di beberapa negara berkembang. Di Indonesia misalnya, orang asing tidak diizinkan memiliki properti besertifikat Hak Milik , namun mereka masih bisa menyewa bangunan besertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk mendirikan perwakilan perusahaan asing misalnya, dan apartemen non-subsidi sebagai tempat tinggal.

Kemudian pastikan Anda memeriksa informasi resmi pemerintah dan menghubungi pengacara lokal, serta secara rutin membaca berita agar terupdate dengan perkembangan terbaru.

2. Rencanakan secara jangka panjang

Beri waktu untuk Anda mengamati pasar tersebut dan amati dengan cermat tampilan jangka panjangnya sebelum berinvestasi. Dengan wilayah yang cenderung berubah-ubah, sangat penting bagi Anda untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Namun coba lah melihat tampilan jangka panjang pasar tersebut.

Investasi properti selalu merupakan keputusan jangka panjang yang seluruh informasinya Anda ketahui terlebih dahulu sebelumnya, namun hal ini semakin penting dilakukan bagi pasar berkembang yang tinggi tingkat perubahannya. Cara terbaik menyiapkannya adalah untuk menggunakan sumber independen terpercaya yang menyediakan informasi lokal dan nasional.

3. Cari partner lokal

Menemukan pengacara, penerjemah, ataupun broker real estate lokal yang cocok dan bisa menjadi kontak Anda di wilayah tersebut sangatlah diperlukan untuk bernavigasi di pasar lokal. Pilih orang yang memang ahli di bidangnya dan memiliki pengetahuan lokal yang Anda perlukan untuk sukses di pasar tersebut. Ini akan menyimpan waktu dan tenaga Anda dalam jangka panjang.

4. Bangunlah portfolio yang beragam

Selalu ada fluktuasi harga yang konstan di pasar properti di seluruh dunia, namun hal ini bahkan lebih sering terjadi di pasar berkembang. Karena itu para investor harus fleksibel dan mampu secara cepat beradaptasi pada perubahan. Berinvestasi di beberapa jenis properti yang berbeda di beberapa wilayah dan negara dapat menyeimbangkan kesempatan Anda di tengah pasar yang bergejolak. Kemampuan beradaptasi adalah kunci sukses Anda dalam jangka panjang.

5. Pahami perbedaan budaya yang ada

Hal ini berlaku bagi siapa saja yang melakukan bisnis di negara yang bukan negara asal mereka. Jika Anda berencana untuk mengunjungi negara yang Anda tuju untuk investasi, lakukanlah riset terlebih dahulu dalam praktek budaya dan kebiasaan sebelum kedatangan Anda.

Sesuatu yang kecil seperti bagaimana Anda mengenalkan diri Anda dalam pertemuan bisnis bisa sangat beragam dari suatu negara ke negara lain. Di Myanmar misalnya, etiket bisnis diambil dari kebiasaan agama Budha, tradisi seperti melepas sepatu sebelum memasuki rumah orang masih sering dilakukan. Mengetahui perbedaan-perbedaan seperti ini sejak awal dapat menghindari Anda dari masalah miskomunikasi ke depannya.

Cara Tepat Membersihkan Kaca Jendela Rumah Anda


Memiliki hunian yang cerah dan terang tentu diperlukan beberapa jendela di setiap sudut ruangannya. Selain bermanfaat untuk menerangi seisi ruangan, jendela pun berfungsi sebagai jalur sirkulasi udara ke dalam rumah . Beberapa jendela tersebut tentunya harus dirawat dengan baik agar tetap bersih dan nyaman dipandang tentunya. Lalu bagaimana cara membersihkannya? Apakah hanya cukup membersihkannya dengan kain lap saja? Belum tentu, perlu jadwal yang rutin serta penanganan yang tepat agar mendapatkan bersih yang maksimal pada jendela Anda.

Untuk itu, berikut adalah beberapa cara tepat untuk membersihkan kaca jendela rumah Anda;

Lakukan Secara Berkala

Untuk mendapatkan hasil yang bersih secara maksimal diperlukannya rutinitas secara berkala untuk membersihkan kaca jendela rumah Anda. Lakukanlah minimal 3-4 bulan sekali dalam setahun agar berbagai jamur dan noda pada jendela dapat dibersihkan secara tuntas;

Hindari Cuaca Panas

Salah satu perusahaan jasa pembersih terkemuka asal Amerika Serikat mengatakan, bahwa waktu yang tepat untuk membersihkan kaca adalah di kala pagi hari atau pun sore menjelang malam. Hindari pembersihan kaca pada siang hari atau pun di hari yang cerah karena bila langsung terkena matahari, permukaan kaca akan segera kering namun hal tersebut justru akan menambah bekas dan sisa noda pada permukaan tersebut;

Gunakan Pembersih yang Aman


Terdapat dua poin penting dalam hal ini, yakni alat untuk membersihkan kaca serta cairan yang tepat untuk membersihkan noda. Pertama, pastikan Anda menggunakan dua alat berbeda saat membersihkan dan membilas permukaan kaca. Hal tersebut agar kaca bersih secara maksimal dan noda secara mudah dapat dibersihkan. Misalnya, untuk membersihkan kaca menggunakan spons, sedangkan untuk membilasnya menggunakan kain lap yang sangat halus.

Kedua, pastikan Anda menggunakan cairan pembersih yang tepat untuk mengangakat noda pada permukaan kaca. Hal tersebut agar permukaan kaca lebih terawat dan aman digunakan. Salah satunya seperti penggunaan cuka yang lembut untuk mengangkat noda pada permukaan, lalu dibilas dengan menggunakan air hangat secukupnya. Boleh saja menggunakan bahan kimia pembersih kaca, bila noda tersebut tetap sulit dan membandel pada permukaan kaca Anda; dan,

Perhatikan Arah Menggosok Jendela

Satu hal yang paling penting untuk membersihkan kaca jendela rumah Anda adalah memperhatikan arah menggosok kaca tersebut. Sebaiknya, Anda menggosok jendela secara vertikal pada sudut bagian jendela, lalu gosok secara horizontal pada bagian sudut lainnya. Hal tersebut disarankan agar noda pada bagian permukaan kaca, dapat dibersihkan secara optimal.

Rabu, 14 Desember 2016

4 Perlengkapan Rumah yang Wajib Dibersihkan


Seberapa sering Anda mencuci serta membersihkan perlengkapan berbahan kain pada rumah Anda? Berdasarkan riset Women’s Health, rata-rata masyarakat jarang sekali rutin membersihkan berbagai macam perlengkapan kain dalam rumah seperti gorden, bed cover, hand towel, serta bantal. Padahal, keempat barang tersebut wajib dibersihkan secara rutin agar kebersihan dan kesehatan dalam rumahdapat terjaga. Lalu seperti apa rutinitas yang harus dilakukan? Berikut adalah 4 perlengkapan rumahyang wajib dan rutin untuk dibersihkan;

Bed Cover

Rekomendasi: Cuci Setiap 2 Minggu Sekali

Mencuci atau membersihkan bed cover sebaiknya dilakukan rutin di setiap bulannya. Namun, hal tersebut sangat tergantung dari pengguna bed cover. Misalnya, jika Anda sering tidur berkeringat atau sering melakukan aktivitas lainnya sekaligus di atas Kasur, sebaiknya Anda harus rutin mengganti dan mencucinya di setiap minggunya.

Perhatikan gaya hidup Anda, dan pastikan untuk selalu mengganti bed cover Anda secara berkala;

Hand towels

Rekomendasi: Cuci Setiap 2 – 3 Hari Sekali

Handuk tangan biasanya disimpan secara menggantung baik dalam dapur, kamar mandi, maupun ruang makan. Nah, sudah pasti berbagai kuman maupun kotoran yang tersisa setelah menyuci akan menempel pada handuk tersebut.

Untuk itu, pastikan Anda selalu membersihkan handuk tangan dalam jangka 2 – 3 hari sekali agar Anda terhindar dari berbagai kuman serta kotoran yang justru akan semakin membuat tangan Anda semakin kotor;

Gorden

Rekomendasi: Cuci 2 Kali Dalam Setahun

Tidak seperti perlengkapan rumah lainnya, khusus untuk gorden pastikan Anda mencucinya 2 kali dalam setahun. Caranya pun mudah, cukup dengan cuci kering saja seperti steamed, menggunakan vacuum cleaner dan sebagainya.

Hindari penggunaan deterjen karena dapat merusak partikel kain yang akhirnya gorden Anda tidak akan bertahan lebih lama; dan,

Bantal

Rekomendasi: Cuci 2 Kali Dalam Setahun

Untuk menghindari jamur serta bau yang tidak sedap, pastikan Anda secara rutin membersihkan bantal di setiap 6 bulan sekali. Pastikan Anda membersihkannya dengan tepat atau untuk hasil yang maksimal, bersihkan di tempat jasa laundry terdekat.

Pastikan juga Anda selalu menggunakan sarung bantal agar bantal tetap bersih dan tahan lama, serta menjaga kebersihan kepala Anda.